Dupa Harum Wangi

 Dupa Harum Wangi


Dupa Wangi Pada Mezbah Dupa Untuk Ibadah
Bahan harum untuk dupa wangi pada mezbah dupa, khususnya dalam tradisi Alkitabiah (seperti yang diperintahkan dalam Keluaran 30:34-38), terdiri dari campuran bahan-bahan alami yang dikhususkan dan murni. 
Berikut adalah bahan-bahan utama berdasarkan Keluaran 30:34:
  • Stakte (Stacte/Getah Manis): Aroma harum yang berasal dari getah pohon Storax.
  • Onycha: Bahan harum yang diyakini berasal dari cangkang moluska (shellfish) tertentu dari Laut Merah.
  • Galbanum: Getah atau damar dari tanaman/semak, yang menghasilkan aroma balsam.
  • Kemenyan Murni (Pure Frankincense): Damar harum yang berasal dari pohon Salai di Arabia.
  • Garam: Campuran ini harus dicampur dengan garam agar murni dan kudus (Keluaran 30:35). 
Karakteristik Dupa Mezbah:
  • Campuran Spesial: Dupa ini dibuat dengan keahlian khusus dan tidak boleh ditiru untuk pemakaian pribadi (Keluaran 30:37).
  • Fungsi: Digunakan setiap pagi dan malam di mezbah emas di Ruang Kudus, melambangkan doa yang naik ke hadapan Tuhan.
  • Bentuk: Keempat bahan tersebut ditumbuk halus (halus sekali) dan dibakar di atas bara api. 

Dalam konteks modern atau tradisi lain, dupa wangi juga sering menggunakan bahan dasar alami seperti kayu gaharu (oud), cendana (sandalwood), dan getah kemenyan. 
Amsal 27:9 (TB)  Minyak dan wangi-wangian menyukakan hati, tetapi penderitaan merobek jiwa. 


Dupa Wangi Untuk Pemakaian Pribadi 

Bahan harum untuk dupa wangi terdiri dari campuran alami kayu aromatik, getah/resin, rempah, dan bunga yang menghasilkan aroma menenangkan. Bahan utama yang populer meliputi kayu cendana, gaharu, kemenyan, dan majagau. Bahan pendukung aroma meliputi lavender, melati, kayu manis, dan cengkeh. 


Bahan Utama Pengharum (Aromatik):
  • Kayu Cendana (Sandalwood): Aroma kayu manis, lembut, dan menenangkan, cocok untuk meditasi.
  • Kayu Gaharu (Oud): Aroma dalam, manis, dan berasap, memberikan kesan mewah.
  • Kemenyan (Frankincense/Resin): Kemenyan putih/Arab, memberikan aroma harum yang menenangkan.
  • Kayu Majagau: Sering digunakan sebagai campuran dupa alami.
  • Rempah & Bunga: Kayu manis, cengkeh, lavender, melati. 
Bahan Dasar dan Perekat:
  • Bubuk Makko: Serbuk kulit pohon yang berfungsi sebagai pengikat alami, terbakar dengan baik, dan tidak mengubah aroma bahan utama.
  • Kayu Kiteja: Sering digunakan sebagai perekat alami. 
Bahan Tambahan (Opsional):
  • Minyak Esensial: Untuk menambah intensitas aroma.
  • Madu/Bunga Kering: Untuk campuran wewangian natural. 
Penggunaan bahan alami seperti serbuk kayu, kemenyan, dan gaharu lebih diutamakan untuk menghasilkan wewangian yang tahan lama, ramah lingkungan, dan tidak membuat sesak napas. 



Comments

Popular posts from this blog

Visualisasi Bait Suci (Bait Allah) Ke-3 Dan Mesianik Di Jerusalem

Semangat Roh Kenabian Elia Mengkristalisasi Pada Dua Saksi Terakhir

MEMBANGUN RUMAH BERSIFAT ROHANI DI LAHAN SEMPIT