Siapakah yang dikurbankan Abraham, Ishak atau Ismail ? (Bagian ke-1 dan seterusnya).

 Siapakah yang dikurbankan Abraham, Ishak atau Ismail ?

(Bagian ke-1 dan seterusnya).

.....

Part-1

Keturunan Abraham.

Abram adalah Tokoh utama dan yang pertama yang dipilih Tuhan sebagai alatNya pada dispensasi atau zaman perjanjian. Dimana  Zaman perjanjian adalah suatu zaman yang rentang waktunya di mulai dari terpanggilnya Abraham oleh Allah untuk pergi keluar dari negeri nenek moyangnya tanah Ur-kasdim menuju tanah Kanaan hingga ke waktu bangsa Israel ketika akan menerima hukum taurat atau 10 perintah Allah di gunung Sinai.

Abraham sebelumnya ia bernama Abram adalah seorang yang saleh.di tengah-tengah kaum suku bangsa leluhurnya yang menganut paham berhala. Abraham sendiri memiliki paham Theo-Sentris bahwa semua yang ada di alam semesta raya, baik itu materi (partikel/zarah/tubuh) maupun energi (roh/rohani/spiritual) adalah yang berpusat pada Tuhan.

Tidak seperti para leluhurnya, Abraham ketika itu ia bernama Abram mempercayai adanya satu atau seorang pribadi Roh yang menciptakan alam semesta raya ini, di saat Abraham mempercayai pribadi Roh itu dan intim berkomunikasi dengan Dia, maka Abram merasakan adanya hadirat Roh yang lembut penuh kasih dalam dirinya sehingga Abram mendapat sesuatu penyegaran jiwa, dan pemahaman rohani tinggi, pribadi Roh yang ia percayai dan berelasi dekat itu ternyata adalah Tuhan Allah.

Maka Tuhan Allah memanggil Abraham, seperti apa bunyi Alkitab di kitab Kejadian pasal 12 ayat 1 sampai 5 yang berbunyi demikian;

Kejadian 12:1-5 (TB) Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; 

Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.

Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat." 

Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lot pun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran.

Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ.

Kemudian kerap kali Allah berfirman kepada Abraham, Allah membuat perjanjian dengan Abram, janji tentang keturunannya, baik Ismail anak dari Hagar hamba perempuannya Sarai, maupun Ishak anak dari Sara istri sahnya Abraham. Ketika ia masih bernama Abram, Abram mendapatkan anak bernama Ismail yang dilahirkan Hagar, sedangkan anak yang bernama Ishak, Abram dapatkan ketika namanya sudah berganti menjadi Abraham. Ketika ia berumur 99 tahun, Sarai istrinya yang berganti nama menjadi Sara yang akan melahirkan Ishak itu, Sara berusia 89 tahun., nama mereka berdua telah berganti nama sebelum Ishak lahir.

Dan Allah juga berfirman kepada Abraham mengenai Ismail, ketika Ismail sudah dilahirkan Hagar ibunya,

Kejadian 16:16 (TB) Abram berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael baginya. 

Allah telah berfirman tentang masa depannya Ismail, yang tertulis pada kitab Kejadian pasal 15 ayat 4.

Kejadian 15:4 (TB) Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: "Orang ini (Ismail) tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu.".

Lalu ketika Ismail sudah berumur 13 tahun, ia disunat Abraham ayahnya, yaitu dengan sunat lahiriah yaitu mengerat kulit khatannya Ismail, persis seperti apa yang telah Tuhan perintahkan kepada Abram untuk menyunat keturunannya dan orang-orang lelaki yang ada padanya.

Dan Allah juga berfirman kepada Abraham mengenai Ishak ketika itu Ishak belum lahir, ketika itu Abram sudah punya nama Abraham di saat ia berumur 99 tahun dan Sarai juga sudah punya nama baru yakni Sara ketika ia berumur 89 tahun, Allah telah berfirman tentang Ishak, calon anak perjanjian ini ketika TUHAN menampakkan diri kepada Abraham di dekat pohon tarbantin di Mamre, yang tertulis pada kitab Kejadian pasal 18 ayat10,

Kejadian 18:10 (TB) Dan firman-Nya: "Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara, isterimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki." Dan Sara mendengarkan pada pintu kemah yang di belakang-Nya. 

Ismail lahir dengan adanya  fenomena di bumi bahwa Raja -raja harus sudah ada yang dikalahkan pada peperangan, seperti halnya Abram berperang mengalahkan 4 (empat) raja ttimur yaitu Kedorlaomer raja Elam, Tideal raja Goyim, Amrafel raja Sinear, dan Ariokh raja Elasar. 

Sedangkan kelahiran Ishak adalah dengan adanya fenomena kehidupan di bumi bahwa harus sudah ada kota yang dimusnahkan, seperti ketika Abraham berumur 99 tahun, Allah memusnahkan dan membakar kota Sodom dan Gomorah, lalu kemudian setelah fenomena itu terjadi, barulah Ishak dilahirkan ibunya.

Dan tepat pada waktunya, dalam rentang waktu setahun, atau lebih tepatnya selama 303 hari, yaitu dari ketika saat TUHAN menampakkan diri kepada Abraham di dekat pohon tarbantin di Mamre, hingga saat ketika Sara melahirkan Ishak, ini ada dalam masa waktu 303 hari maka Ishak pun lahir.  Kelahiran Ishak  ini tertulis pada kitab Kejadian pasal 21 ayat 1 sampai 5,

Kejadian 21:1-5 (TB) TUHAN memperhatikan Sara, seperti yang difirmankan-Nya, dan TUHAN melakukan kepada Sara seperti yang dijanjikan-Nya. 

Maka mengandunglah Sara, lalu ia melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abraham dalam masa tuanya, pada waktu yang telah ditetapkan, sesuai dengan firman Allah kepadanya. 

Abraham menamai anaknya yang baru lahir itu Ishak, yang dilahirkan Sara baginya. 

Kemudian Abraham menyunat Ishak, anaknya itu, ketika berumur delapan hari, seperti yang diperintahkan Allah kepadanya. 

Adapun Abraham berumur seratus tahun, ketika Ishak, anaknya, lahir baginya. 

Perbedaan atau selisih umur Abraham dengan Sara adalah berjarak 10 tahun. Ini dapat dibuktikan menurut kitab Kejadian pasal 17 ayat 17,

Kejadian 17:17 (TB) Lalu tertunduklah Abraham dan tertawa serta berkata dalam hatinya: "Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun dilahirkan seorang anak dan mungkinkah Sara, yang telah berumur sembilan puluh tahun itu melahirkan seorang anak?" 

Sedangkan Perbedaan atau selisih umur Ismail dengan Ishak adalah berjarak 14 tahun. Ismail disunat ketika ia berumur 13 tahun, lalu satu tahun kemudian maka lahirlah Ishak anak Abraham dari Sara istri sahnya.

Maka Abraham menyunat Ishak dengan sunat yang mengarah ke sunat rohani, sesuai menurut apa yang Tuhan perintahkan kepada Abraham,

Kejadian 17:10-14 (TB) Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat; 

haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu. 

Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu. 

Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal.

Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku."

Ketika Ishak berumur 8 hari ia disunat, lalu Abraham menyunat Ishak anak perjanjian itu,

Kejadian 21:3-5 (TB) 

Kemudian Abraham menyunat Ishak, anaknya itu, ketika berumur delapan hari, seperti yang diperintahkan Allah kepadanya. 

Adapun Abraham berumur seratus tahun, ketika Ishak, anaknya, lahir baginya. 

Setelah semua kejadian lahirnya Ismail dan Ishak maka selanjutnya iman kepercayaan Abraham mengalami ujian demi ujian, Abraham diasah dan ditempa terus menerus oleh Allah.

.....

Part-2

Peristiwa Fenomena Sebelum Kelahiran Ismail dan Kelahiran Ishak

Pada video sebelumnya part-1 sudah dijelaskan bahwa kelahiran Ismail didahului oleh fenomena peperangan Abraham mengalahkan empat raja dari timur, ini fenomena yang tidak menyenangkan di bumi. Empat raja timur ini bangkit sebagai musuh terhadap suku bangsa lain,  mereka merebut jubah dari orang-orang yang kitasuka damai, dari orang-orang yang berjalan lewat dengan tenteram yang tidak cenderung kepada perang. 

Seandainya Tuhan berkenan kepada jalan hidup empat raja timur itu, maka Abraham pun bisa didamaikan dengan mereka oleh Allah, dan Ismail pun akan tetap dilahirkan ibunya dalam fenomena terciptanya kedamaian yang lebih baik di bumi. Tapi faktanya, dasar mereka empat raja timur ini orang-orang yang suka berperang adalah orang-orang bodoh yang harus dikalahkan oleh orang-orang Abraham. Orang yang suka perang pada dirinya tidak ada kebenaran, sebab di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya. 

Fenomena yang lebih baik daripada perang adalah fenomena kedamaian, dimana bangsa yang suka berdamai dengan bangsa lain untuk tinggal bersama di bumi dengan bebas, maka hal ini lebih baik dibandingkan dengan perang. Seseorang yang menjauhkan kejahatan, hidup dengan lurus hati, mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya terhadap orang lain maka orang tersebut dikatakan sebagai anak-anak Allah, 

Matius 5:9

Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.

Pada orang-orang yang tulus, jujur, dan suka berdamai akan ada masa depan. Kemuliaan, kehormatan dan damai sejahtera akan diperoleh semua orang yang suka berbuat baik, 

Kemudian pada video part-1 juga sudah dijelaskan bahwa kelahiran Ishak didahului oleh fenomena kemusnahan terbakarnya kota Sodom dan Gomorah. ini juga fenomena yang tidak menyenangkan di bumi, kejahatan penduduk kota Sodom dan Gomorah dalam perilaku kurang ajar berhati licik, tidak mengenal malu mereka melakukan sodomi, perbuatan keji, perilaku seks bebas hingga bau seks sodomi mereka tercium sampai ke hidung Allah, semua penduduk kota Sodom dan Gomorah, kecuali Lot dan istrinya, bangkit sebagai musuh terhadap Sorga Allah,  sehingga Allah membakar habis semua isi kota Sodom dan Gomorah, 

Wajar kalau hukuman bagi mereka yang melakukan perbuatan mesum dan persundalan semacam itu adalah mereka akan dibakar dengan api, sehingga Allah melakukannya memusnahkan dan membakar kota Sodom dan Gomorah sebelum Ishak dilahirkan ibunya.

Namun, Seandainya penduduk kota Sodom dan Gomorah menjauhkan kejahatan  dari tengah-tengah kota, maka bisa saja kedua kota itu dengan segala isinya Sodom dan Gomorah skan dikhususkan bagi TUHAN untuk dimenangkan, dan semua penduduknya dibiarkan hidup oleh Tuhan, dan Ishak pun akan tetap dilahirkan ibunya dalam fenomena kemenangan kota yang lebih baik di bumi. Selama persundalan tidak ada di dalam kota tentulah kedamaian akan muncul, setiap nyawa manusia dihargai, orang orang kota berdiam di hadapan Tuhan dengan berbuat keadilan, kebenaran, dan kesetiaan, bahkan dirus hujan berkat akan turun dan hujan pada akhir musim pun datang bagi setiap penduduk kota. Tapi faktanya, dasar penduduk kota Sodom dan Gomorah yang bersundal, orang orang keji yang harus dimusnahkan dengan api oleh Tuhan, mereka melakukan persundalan di kota, kedua kota itu penuh dengan perbuatan mesum, kesucian anak anak perempuan telah dirusak dan mereka dijadikan perempuan-perempuan sundal, banyak suami maupun istri kawin cerai, sebentar kawin, lalu selingkuh, lalu suami cerai dan kawin dengan perempuan lain, bahwa oleh karena zinah suami, maka istrinya menceraikan dia, Begitu juga perempuan tidak takut pada suami, ia melakukan sundal memberikan surat cerai kepada suaminya agar ia lebih bebas pergi bersundal kepada setiap orang yang lewat, tetapi belum juga puas di situ, lalu di setiap persimpangan jalan perempuan sundal jahanam tidak seperti perempuan sundal biasa, membangun bukit pengorbanan dan menjual kecantikannya menjadi kekejian dengan merenggangkan kedua pahanya bagi setiap orang yang lewat, sehingga persundalannya bertambah-tambah, sehingga menimbulkan sakit hati Tuhan. Kepada semua perempuan sundal orang memberi upah, tetapi sebaliknya, orang lain juga memberi hadiah umpan kepada semua yang mencintainya sebagai bujukan, supaya mereka dari sekitarnya datang kepada dia untuk bersundal, bukan orang orang yang mengejar dia hendak bersundal; tetapi dia yang memberi upah persundalan, sedang dia tidak diberi apa-apa; itulah kebalikan persundalannya., Tentang kota Sodom dan Gomorah, Allah tidak lagi menyayangi penduduknya sebab mereka semua adalah orang orang sundal, mereka lebih mencintai upah sundal daripada mencintai Tuhan, sehingga Allah membakar habis kota dan menjatuhkan hukuman kepada semua penduduknya,. Dengan demikian Tuhan menghentikan persundalan dan upah sundal tidak akan ada lagi di kota. 

Efesus 5:5

Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah.

Fenomena yang lebih baik daripada pemusnahan kota adalah fenomena memenangkan kota, dimana orang-orang yang suka memenangkan kota adalah lebih baik dibanding dengan orang orang yang melayani di gereja atau di market place. Mereka orang orang yang memenangkan kota adalah membangun kotanya, menjauhkan kejahatan dari dalam kota, berdoa bagi kota agar penduduk hidup dengan lurus hati, mencari kehendak dan hadirat Tuhan.

Ibrani 13:4

Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.

Orang-orang yang memenangkan kota adalah mereka yang menegakkan dan menghadirkan nilai-nilai Kerajaan Allah di kota, maka orang tersebut dikatakan sebagai Cty Builder, mereka orang-orang pemenang kota, bukan pecundang.

.....

Jadi, setelah kota Sodom dan Gomorah terbakar api, maka Ishak lahir dimana Sara ibunya telah berusia 90 tahun. Setahun sebelumnya, Sarai ketika berumur 89 tahun ia mengandung Ishak di dalam rahimnya. Usia kandungan nyawa janin di dalam rahim seorang ibu secara normalnya janin bakal bayi dalam rahim akan berusia  9 bulan 10 hari, atau lebih tepatnya selama 303 hari waktu normal usia janin di dalam rahim ibunya.

Usia janin bakal bayi yang di dalam rahim seorang ibu, ada selama 303 hari ini dapat dibuktikan dengan perhitungan waktu lamanya Yesus di dalam rahim Maria ibunya, dari rentang waktu mulai dari tanggal 7 Maret tahun sisa 28  sebagai hari turunnya Roh Kudus, hingga pada saat Natal 25 Desember tahun sisa 28 sebagai hari kelahiran Yesus Kristus Imannuel, ini selama 9 bulan 10 hari, atau lebih tepatnya ada selama 303 hari, sebelum masuk ke zaman Masehi, sebab zaman Sebelum Masehi akan segera berakhir 

Atau lebih tepatnya, karena peristiwanya terjadi di tahun 33 Masehi, dimana Turunnya Roh Kudus pada tanggal 8 Maret tahun 33 Masehi atau tahun sisa 5  (sebab tahun sisa 5 di dapat dari angka tahun di bagi 28 akan mendapatkan angka hasil dan sisa, angka sisa inilah sebagai tahun sisa) dapat ditelusuri dengan menghitung durasi lamanya waktu atau lamanya hari dihitung dari mulai sejak bangkitNya Yesus Kristus dari kematian dan IA hidup kembali di tanggal 17 Januari tahun 33 Masehi atau tahun sisa 5 yang ditelusuri dengan memakai sistem Penanggalan Masehi WCO (Word Calendar Organization), Lalu di 40 hari kemudian, dari tanggal 17 Januari tahun 33 Masehi, hingga tepat di tanggal 25 Pebruari tahun 33 Masehi, maka Yesus Kristus naik terangkat ke Sorga di hari keempat (Rabu) bila penelusuran dengan penanggalan Yahudi (hari Sabtu sebagai hari sabath Tuhan), atau bila penelusuran dengan penanggalan sekarang kalender masehi WCO yang hari Minggu adalah hari sabath Tuhan, maka Yesus Kristus yang naik terangkat ke sorga, tepat di hari keempat (Kamis) tanggal 25 Pebruari tahun 33 Masehi. Lalu 10 hari kemudian, tepat di tanggal  7 Maret  tahun 33 Masehi turunlah Roh Kudus ke bumi di Yerusalem Israel, tepat di hari pertama tanggal 7 Maret tahun 33 Masehi, bila penelusuran dengan penanggalan Yahudi, atau tepatnya bila penelusuran menurut kalender Masehi WCO adalah di hari ketujuh (hari sabath Tuhan) tanggal  7 Maret  tahun 33 Masehi. Penelusuran penanggalan adanya peristiwa di tahun 33 Masehi ini bisa di pedomani persamaannya dengan tahun 2021 Masehi, sebab tahun 2021 dan tahun 33 adalah sama yaitu sama sama tahun sisa 5.

Turunnya Roh Kudus di Yerusalem adalah segambar atau serupa dengan ketika datangnya malaikat Gariel mengunjungi Maria tunangan Yusuf, untuk memberi kabar baik bagi Maria bahwa ia akan mengandung dan melahirkan seorang anak yang akan harus ia beri nama anak itu Yesus. Malaikat Gabriel mendatangi Maria di tahun sisa 28  atau di tahun 1 Sebelum Masehi (SM), waktu atau tahun sisa 28 ini entah itu angka tahunnya berapa, tapi yang jelas zaman Sebelum Masehi memiliki angka tahunnya menurun, bahwa tahun sisa 28 itu atau tahun 1 SM  adalah waktu/masa yang menandakan bahwa zaman/dispensasi Sebelum Masehi (SM) akan segera akan berakhir untuk berlanjut memasuki zaman Masehi, yaitu zaman baru di era Natal kelahiran Yesus Kristus 

Jadi di tahun 1 SM itu malaikat Gabriel datang tepat di tanggal 6 Maret tahun sisa 28; atau di tahun yang angkanya tahun  1 SM di tanggal 6 Maret tahun 1 SM di hari ketujuh hari sabath Tuhan. Gabriel datang memberitahukan bahwa Maria akan hamil, dan faktanya kehamilan Maria ini selama 9 bulan 10 hari atau lebih tepatnya ada selama 303 hari. Maria mengandung dan tiba lah waktunya untuk melahirkan Yesus di tanggal 25 Desember tahun 1 SM tepat di hari sabath Tuhan (hari ketujuh) pada tahun sisa 28 atau tahun 1 SM. 

Penelusuran penanggalan adanya peristiwa di tahun 1 Sebelum Masehi atau tahun sisa 28 ini bisa di pedomani persamaannya dengan tahun 2016 Masehi, sebab tahun 2016 M dan tahun 1 SM adalah sama yaitu sama sama tahun sisa 28, dimana pada tahun ini ada memiliki penambahan 1 hari karena tahunnya adalah tahun kabisat atau suatu tahun yang angka tahunnya habis dibagi dengan 4 (empat).

.....

Kehendak Allah dari kita sebagai generasi manusia Allah

Bagi Abraham, istrinya, Sara yang akan mengandung adalah hal yang mustahil, ini baginya seolah olah Tuhan yang menciptakan manusia,  namun Tuhan tidak tahu bila kapan seseorang manusia perempuan mampu dan bisa melahirkan anak. Dalam imajinasi Abraham pada usianya yang akan mencapai berkepala 10 atau usia 100 tahun, ia tidak percaya  kemungkinan Sara atau istrinya yang sudah tua bisa mendapatkan seorang anak, pikirnya tentulah tidak bisa melahirkan anak lagi di usia tua, apalagi yang telah mencapai usia berkepala 10 atau di usia 100 tahun.

Dari sudut pandang manusia, kita juga percaya tentang pemikiran Abraham ini, bahwa mustahil bagi seorang perempuan yang sudah tua dapat melahirkan anak lagi.

Namun faktanya adalah tidak ada yang mustahil bagi Allah, tidak ada yang tidak mungkin bagi Tuhan. Ini sudah terbukti bahwa Ishak lahir pada waktu yang tepat, waktu yang Tuhan janjikan kepada Abraham dan Sara. Apa yang bagi mereka itu tidak mungkin, tetapi itu bisa dilakukan menjadi mungkin bagi Allah. Tuhanlah yang menyebabkan dan membuat Ishak dilahirkan tepat pada waktu yang telah Tuhan tetapkan. Kelahiran Ishak ini adalah fakta yang benar-benar terjadi atau benar benar terlaksana sesuai dengan rencana dan pemikiran Tuhan .

Pemikiran manusia sangat jauh kontras dengan apa yang dalam pemikiran Tuhan. Abraham dan Sara yang percaya atau tidak, tetapi Allah tidak mencapaikan apa pun bagi mereka yang Abraham dan Sara pikirkan atau ketahui tersebut. Manusia, siapa pun ia yang percaya atau tidak percaya, tetapi Tuhan tidak mencapaikan apa pun bagi orang itu, apa yang dipikirkan atau diketahuinya. Tetaplah Tuhan dalam kuasaNya, dan Tuhan berketetapan untuk tidak melupakan rencanaNya atau meninggalkan pekerjaanNya, meski sekali pun hanya karena manusia tidak percaya atau tidak memahami hal tersebut.  Oleh karena itu dalam kehidupan nyata atau kehidupan yang penuh misteri, seiring waktu yang berjalan, manusia yang mengukir pengalamannya di dalam kehidupan ini, harus terus menerus mencari Allah untuk mengetahui dan mengenal Dia dengan sebenarnya, manusia berupaya  agar bisa memahami karakter dan karya Allah yang sesungguhnya.

Dalam buku mengatakan, "Apa yang manusia lakukan atau pikirkan, apa yang manusia pahami, rencana-rencana manusia—tak satu pun dari semua ini ada kaitannya dengan Tuhan. Segala sesuatunya berjalan menurut rencana Tuhan, sesuai dengan waktu dan tahap yang ditetapkan oleh Tuhan. Seperti inilah prinsip pekerjaan Tuhan. Tuhan tidak mencampuri apa pun yang manusia pikirkan atau ketahui, tetapi Dia juga tidak melupakan rencana-Nya atau meninggalkan pekerjaan-Nya hanya karena manusia tidak percaya atau tidak memahaminya. Dengan demikian, fakta yang terjadi adalah sesuai dengan rencana dan pemikiran Tuhan. Inilah tepatnya yang kita lihat dalam Akitab: Tuhan menyebabkan Ishak dilahirkan tepat pada waktu yang telah Dia tetapkan. Apakah fakta tersebut membuktikan bahwa perilaku dan tindakan manusia menghalangi pekerjaan Tuhan? Jawabannya tidak. Semua ini tidak menghalangi pekerjaan Tuhan! Apakah iman manusia yang kecil kepada Tuhan, serta gagasan dan imajinasinya tentang Tuhan memengaruhi pekerjaan Tuhan? Tidak! Sama sekali tidak! Rencana pengelolaan Tuhan tidak dipengaruhi oleh manusia, perkara, atau lingkungan apa pun. Semua yang Dia tetapkan untuk dilakukan akan diselesaikan dan tergenapi pada waktunya dan sesuai dengan rencana-Nya, dan pekerjaan-Nya tidak dapat diganggu gugat oleh siapa pun. Tuhan mengabaikan aspek-aspek tertentu dari kebodohan dan ketidaktahuan manusia, dan bahkan mengabaikan aspek-aspek tertentu dari penentangan dan gagasan manusia terhadap-Nya, dan Dia melakukan pekerjaan yang harus Dia laksanakan dan selesaikan tanpa mempedulikan apa pun. Inilah watak Tuhan dan inilah cerminan kemahakuasaan-Nya Tuhan" (kutipan dari buku "Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri II").

Manusia yang bergenerasi atau beranak cucu atau berkembang biak di bumi, dari satu generasi ke generasi berikutnya, dalam ukuran standar generasi manusia adalah berketurunan satu keturunan dalam setiap waktu 25 tahun sekali barulah melahirkan anak sebagai satu generasi berikutnya yaitu generasi manusia lazimnya. Sedangkan dalam ukuran standar generasi Allah adalah manusia Allah bergenerasi atau memiliki satu keturunan dalam waktu 100 tahun sekali, baru lah melahirkan anak sebagai generasi berikutnya yaitu generasi manusia Allah.

Jadi,  satu generasi manusia Allah atau generasi anak-anak Tuhan ada dalam rentang waktu 100 tahun, sedangkan satu generasi manusia lazimnya ada dalam rentang waktu 25 tahun,  Maka perbandingan generasi yang didapat adalah 1 :  4, dalam arti kata ada satu generasi manusia Allah yang berbanding 4 generasi manusia lazimnya. 

Untuk mendapatkan satu generasi manusia Allah, manusia harus bersabar menunggu hingga usianya mencapai 100 tahun, tetapi bila dalam manusia biasa seperti pada lazimnya, manusia membutuhkan waktu hanya 25 tahun saja untuk mendapatkan satu generasi berikutnya.. Untuk mendapatkan satu generasi manusia Allah ini akan di dahului oleh dengan adanya peristiwa yang baik, bila fenomenanya baik seperti "memenangkan kota",  atau tidak tertutup kemungkinan pada peristiwa buruk yang terjadi karena fenomenanya buruk seperti "pemusnahan kota" atau "pembinasaan manusia setan",  Pemusnahan kota ini adalah peristiwa buruk, seperti yang dicontohkan pada ketika Ishak akan dilahirkan Sara yang di dahului oleh dengan peristiwa pembakaran dan pemusnahan  kota Sodom dan Gomorah.

Dalam kisah Abraham, kita dapat melihat bahwa pekerjaan Tuhan tidak terhalangi oleh iman Abraham yang kecil. Tidak peduli apa yang Abraham pikirkan, Tuhan tetap akan memenuhi apa yang telah Dia janjikan sesuai dengan rencana-Nya. Seperti kata "akan" dalam  scriptur "Tetapi perjanjian-Ku akan Kutetapkan dengan Ishak, yang akan dilahirkan Sara bagimu, di saat seperti ini juga di tahun yang akan datang" (Kejadian 17:21). 

KetetapanNya itu mengungkapkan otoritas dan kuasa Tuhan; tidak ada yang dapat menghalangi hal-hal yang Tuhan ingin capai, segala hal akan diselesaikan sesuai dengan rencana Tuhan. Otoritas dan kekuasaan Tuhan tidak dapat dipahami oleh manusia. Segala sesuatu terlaksana oleh Firman Tuhan. Begitu Tuhan berbicara atau berFirman, apa pun yang Dia Firmankan akan terlaksana mencapai hasil. 

Yesaya 55:11. Demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya. 

Firman Tuhan memiliki otoritas dan kuasa. ini adalah watak, otoritas, dan manifestasi dari kemahakuasaan Tuhan.

Melalui pengalaman Abraham ini, kita dapat memperoleh pengetahuan dan pemahaman sejati tentang kemahakuasaan dan kebijaksanaan Tuhan. Kita dapat mengetahui kehendak Allah dari kita agar kita menjadi dan memperoleh keturunan bergenerasi generasi  manusia Allah atau generasi anak-anak Tuhan di muka bumi, menegakkan dan menghadirkan nilai nilai Kerajaan Sorga Allah di gereja, di tempat bekerja, dan di mana pun kita berada.


Bersambung, ... Ke Bagian ke-2.

 



Comments

Popular posts from this blog

Visualisasi Bait Suci (Bait Allah) Ke-3 Dan Mesianik Di Jerusalem

Semangat Roh Kenabian Elia Mengkristalisasi Pada Dua Saksi Terakhir

MEMBANGUN RUMAH BERSIFAT ROHANI DI LAHAN SEMPIT