TUHAN DEKAT TATKALA AKU MEMANGGIL

TUHAN DEKAT TATKALA AKU MEMANGGIL


Ratapan 3:49-57 (TB) Air mataku terus-menerus bercucuran, tanpa henti-hentinya, 

sampai TUHAN memandang dari atas dan melihat dari sorga. 

Mataku terasa pedih karena keadaan puteri-puteri kotaku. 

Seperti burung aku diburu-buru oleh mereka yang menjadi seteruku tanpa sebab. 

Mereka melemparkan aku hidup-hidup di lobang, melontari aku dengan batu. 

Air membanjir di atas kepalaku, kusangka: "Binasa aku!" 

Ya TUHAN, aku memanggil nama-Mu dari dasar lobang yang dalam. 

Engkau mendengar suaraku! Janganlah Kaututupi telinga-Mu terhadap kesahku dan teriak panjangku!

Engkau dekat tatkala aku memanggil-Mu, Engkau berfirman: Jangan takut!" 


Terkadang banyak kehidupan kita sering menangis, tapi justru Tuhan peduli, Tuhan melihat, dan bersama dengan kita.

Di Alkitab banyak orang yang hidupnya menangis, kitab Ratapan ditulis oleh Nabi Yeremia, berisikan nasib umat Tuhan ditengah tengah trauma, kesedihan, di masa pembuangan.

Iman yang sehat adalah iman yang bisa bertahan dalam kondisi kesedihan, iman yang ketulusan hati yang ditujukan kepada Tuhan.

Kita sering metasa terluka, bukan karena ulah kita sendiri, tapi datangnya karena disebabkan orang lain, duka yang diala

Saat kita berurai air mata dan kita datang kepada Tuhan, maka itulah doa kita kepada Tuhan.

Doa yang dipanjatkan dari dasar yang paling dalam, dari dasar lobang yang paling dalam, namun Tuhan datang untuk mendengar, Tuhan selalu ada bersama kita. Bersama Tuhan kita sanggup menghadapi setiap kesulitan/masalah hidup kita. Tuhan dekat tatkala kita memanggil namaNya.


Matius 4:1-11 (TB) Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk mencobai Iblis

Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. 

Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah , perintahkanlah agar batu-batu ini menjadi roti."

Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." 

Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah

lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, karena ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan diperintahkan malaikat-malaikat -Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangan, supaya kaki-Mu jangan terantuk ke batu."  

Yesus berkata kepadanya: "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!" 

Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan menampilkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya,

dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku." 

Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" 

Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus. 



Comments

Popular posts from this blog

Visualisasi Bait Suci (Bait Allah) Ke-3 Dan Mesianik Di Jerusalem

Semangat Roh Kenabian Elia Mengkristalisasi Pada Dua Saksi Terakhir

MEMBANGUN RUMAH BERSIFAT ROHANI DI LAHAN SEMPIT