KERAJAAN ALLAH DI DALAM GEREJA
KERAJAAN ALLAH DI DALAM GEREJA
Gereja sebagai salah satu bentuk ekspresi Kerajaan Allah di dunia.
“Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. K arena itu kami tidak tawar hati.” - 2 Korintus 4:1 -
Dewasa ini kata 'pelayanan' menjadi sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan orang percaya. Pada awalnya, banyak orang yang beranggapan "pelayanan' identik dengan kegiatan gereja. Dalam beberapa dekade terakhir, pemahaman akan pelayanan akan lebih meluas pada pelayanan di luar gereja yang dikenal dengan 'marketplace Ministry'.
Kata 'gereja' atau 'jemaat' berasal dari kata bahasa Yunani adalah Ekklesia (dari kata ek yang berarti keluar dan kaleo yang berarti "dipanggil'). Pada awalnya kata ini adalah istilah kata yang bersifat umum, namun dalam perkembangannya menjadi terminologi dalam bidang keagamaan , misalnya perkumpulan dalam sinagoge atau kumpulan orang Kristen.
PENGERTIAN GEREJA
Ada dua pengertian mengenai gereja yang Tuhan ajarkan:
1.Gereja Universal
Keseluruhan orang percaya di seluruh dunia yang mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan.
2. Gereja Lokal
Kelompok orang percaya di satu kota atau area tertentu.
KAPASITAS GEREJA
Alkitab menyatakan beberapa hal mengenai Gereja yang Tuhan Yesus dirikan
1. Gereja Tidak Dikuasai oleh Alam Maut
Allah-lah yang berkuasa atas umat
2. Gereja sebagai Perwakilan Allah di Bumi
Berkuasa atas roh-roh duniawi yang berputar.
3. Gereja adalah Rumah Rohani
Setiap orang yang ada di dalamnya dibangun dan tumbuh di dalam kasih.
4. Gereja adalah Pusat Pelayanan
Wadah dari suatu satuan pelayanan orang-orang kudus
PANGGILAN PELAYANAN DALAM GEREJA
Orang-orang yang melayani Tuhan dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, adalah orang-orang yang mendapatkan panggilan hidup secara khusus.
1. Dalam Perjanjian Lama - Imam-imam di Tabernakel
“Sesungguhnya Aku ini telah mengambil saudara-saudaramu, orang Lewi, dari tengah-tengah orang Israel sebagai pemberian kepadamu, sebagai orang-orang yang diserahkan kepada TUHAN, untuk melakukan pekerjaan pada Kemah Pertemuan“
2. Dalam Perjanjian Baru – Semua Orang Percaya adalah Imam
“Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri.....“
Contoh: Petrus (Matius 4:18-19; Lukas 5:1-11); Matius (Matius 9:9); Paulus (Kisah Para Rasul 9:15-16; Galatia 1:13-14)
3. Proses Terbentuknya Seorang Pelayan
A. Pendewasaan Rohani oleh Allah melalui Pengalaman Hidup
Contoh : Ibrahim, Yusuf, Daud
B. Pengembangan Panggilan dan Talenta melalui Sistem Pemuridan
Contoh: Petrus, Yohanes, Yakobus, Timotius
PENGERTIAN TENTANG PELAYANAN
Di dalam Alkitab, secara etimologi, kata 'pelayanan' memiliki makna yang dalam. Dalam bahasa Yunani digunakan beberapa istilah, yaitu:
1. δουλοω (douloõ)
Melayani sebagai hamba /budak belian, yang melepaskan haknya.
2. διακονεω (diakoneõ)
Melayani sebagai pelayan dapur, yang siap menunggu perintah.
3. υπηρετης (hypérètés)
Melayani sebagai bawahan kepada atasannya, yang taat tanpa syarat.
4 λιτουργικος (litourgiko)
Melayani sebagai pelayan di depan publik, yang peduli pada kebutuhan orang lain.
Jadi setiap pelayan Tuhan adalah: seorang hamba (budak) Kristus (doulos), seorang pelayan yang selalu rindu menolong orang lain dalam memenuhi kebutuhannya (diakonos), seorang yang tidak diperhitungkan namun pelayanannya sangat dibutuhkan (hypérètés), serta seorang yang selalu disampaikan oleh banyak orang orang (litourgikos).
TUGAS SEORANG PELAYAN
Adalah membangun dan memperlengkapi jemaat sesuai dengan panggilan dan talenta yang Tuhan berikan.
1. Kerasulan
Arena pelayanan yang meletakkan dasar-dasar pelayanan yang benar, membangkitkan rohani anak-anak, dan memelopori inovatif-terobosan ke arah transformasi komunitas/kota.
2. Kenabian
Arena pelayanan yang menjadi 'radar' dalam perjalanan gereja, dan melatih jemaat untuk menjadi pendoa syafaat.
3. Penggembalaan
Arena pelayanan yang sifatnya memelihara perjalanan dan merawat kehidupan kekristenan jemaat.
4. Penginjilan
Arena pelayanan yang melakukan operasi perkabaran Injil untuk menjangkau orang-orang yang belum menerima Kristus sebagai Tuhan dan memaafkan pribadi.
5. Pengajaran
Arena Pelayanan yang membangun doktrin gereja dan melengkapinya bagi jemaat, sebagai bahan-bahan pemuridan.
6. Pendukung
Arena pelayanan yang sifatnya mendukung terselenggaranya seluruh operasi pelayanan lima jawatan di dalam sebuah gereja lokal.
Keberhasilan seorang pelayan Tuhan tidak diukur dengan kemakmuran dan kekayaan, melainkan dalam menyelesaikan apa yang diperintahkan dengan sikap "hamba" seperti yang Tuhan ajarkan.
- Lukas 19:11-27; Matius 25:14-30 -
SISTEM PEMERINTAHAN GEREJA
Sistem pemerintahan Gereja secara umum dapat dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok besar, yaitu:
1. Kongregasi
Gereja kongregasional adalah gereja yang otonom, tidak mengenal struktur di atasnya dan bukan merupakan bagian dari gereja regional atau gereja nasional.
• Para pelayan gereja (pejabat gereja) adalah jabatan fungsional untuk melayani Firman, mengajar dan melaksanakan urusan gereja semata-mata.
• Denominasi yang menganut sistem pemerintahan ini adalah Baptis, Evangelical Free, Congregational dan sebagian kecil Lutheran.
2. Episkopal
Dalam sistem ini; otoritas dan kewenangan terletak pada uskup yang mengawasi sekelompok gereja, bukan hanya satu gereja lokal.
• Uskup memiliki otoritas yang untuk menuhbiskan menteri atau Imam.
• Denominasi yang menganut sistem pemerintahan ini adalah Gereja Katolik, Gereja Anglikan, Gereja Orthodoks
3. Presbiterian
Dalam sistem ini gereja dipimpin oleh para tua (majelis), yang dipilih oleh jemaat.
• Otoritas tertinggi di satu gereja lokal adalah majelis tua dan satu majelis tua memimpin satu gereja lokal.
• Denominasi yang menganut sistem ini: Gereja Calvinis, GPIB, GKI, GMIT, Gereja Presbiterian.
4. Sinodal
• Istilah 'sinode' berasal dari kata Yunani "synodos', yang berarti "Orang-orang Kristen berkumpul untuk membahas kegiatan pelayanan gereja."
Sistem pemerintahan gereja yang memberikan peluang kepada para pemimpin dan jemaat-jemaat untuk bersama-sama berpartisipasi langsung dalam pengambilan keputusan, dan menjalankan organisasi.
• Dalam sistem ini terdapat hubungan kerja antara gereja pusat dan lokal. Kewenangan dan pengambilan keputusan gereja didesentralisasikan kepada gereja lokal sehingga para pemimpin dan jemaat-jemaat dapat berpartisipasi langsung dalam pengambilan keputusan, dan menjalankan organisasi.
Dalam hal ini, Gereja Bethel Indonesia menganut sistem Epikospal-Sinodal.
Saya Gereja, kamu gereja. Saya Penginjilan, dan kamu .... Apa ya?
Comments
Post a Comment