MENCINTAI DIRI SENDIRI DALAM USAHA MENINGKATKAN KECERDASAN KARAKTER DAN KARYA PRIBADI

 MENCINTAI DIRI SENDIRI DALAM USAHA MENINGKATKAN KECERDASAN KARAKTER DAN KARYA PRIBADI

(Oleh: SR. Pakpahan, SST)


Apakah yang paling diinginkan oleh Allah dari diri kita sendiri?

TUHAN sangat menginginkan agar kita beribadah kepada-Nya dengan hati yang tulus dan sungguh sungguh mengasihi Dia dengan segenap hati, dan segenap jiwa, dan dengan segenap kekuatan.

Haruslah kita mengasihi TUHAN Allah, dan melakukan dengan setia kewajiban kita terhadap Dia dengan senantiasa berpegang pada segala ketetapan-Nya, peraturan-Nya dan perintah-Nya.

Dengan demikian Tuhan akan menjaga dan melindungi kita dari musuh,  ya, Tuhan akan membinasakan orang yang membenciNya. Orang yang mengasihi-Nya bagaikan matahari terbit dalam kemegahannya, lalu amanlah dirinya menjalani rutinitas aktivitas kehidupannya. 

Pada hari ini Tuhan memerintahkan kepada kita untuk mengasihi TUHAN Allah dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturan-Nya, supaya kita hidup dan bertambah banyak dan diberkati oleh TUHAN Allah di negeri ke mana kita masuk untuk mendudukinya.

Dengan mengasihi TUHAN Allah, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, hal itu berarti hidup kita akan lanjut umur untuk tetap tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN yakni tanah negeri pengharapan untuk diberikanNya kepada kita. 

Apakah yang paling diinginkan oleh orang lain dari diri kita sendiri?

Orang lain atau sesama sangat menginginkan agar kita mencintainya dengan hati yang penuh memperlakukan sesama seperti memperlakukan diri sendiri. 

Apa yang kita inginkan agar orang lain memperlakukan diri kita, maka perbuatlah begitu kepada orang lain, dan yang lebih penting adalah berbuat keadilan, kesetiaan, dan berbelas kasih kepada siapa pun. 

Lain halnya dengan perbuatan “mencintai diri sendiri” dalam bahasa asing disebut “Self-love”.

Self-love artinya mencintai diri sendiri, tetapi bukan berarti memenuhi diri dengan segala keinginan. Self-love mengharuskan Anda untuk memperlakukan dan menerima diri sendiri dengan baik dan apa adanya.

Self-love adalah tentang mencintai dan mendukung diri sendiri untuk jadi lebih baik. Ini berbeda dengan fake-love yang cenderung mementingkan diri sendiri, egois dan tidak mau memperbaiki diri.

Self-love merupakan aspek penting dari kecerdasan mental. Saat self-love diterapkan, Anda akan merasa lebih mudah untuk berpikir positif, mengendalikan emosi, spirituil, dan perilaku, karena hal tersebut adalah bentuk dari penerimaan jati diri.

Mencintai diri sendiri berarti kamu bersedia meningkatkan kualitas kecerdasan karya dan kecerdasan karakter manusia individu dirimu. 

Memiliki Tekad dan Hikmat Membuat Hidup Sukses

Kecerdasan Karya (Inteligensi) Manusia ada 4 buah yaitu Kecerdasan Otak (IQ), Kecerdasan Emosional (EQ), Kecerdasan Spiritual (SQ), dan Kecerdasan Perilaku atau Attitude (VQ). Untuk lebih jelas mengenai Kecerdasan Karya Manusia itu dapat dilihat dan berkunjung ke situs kami di link ini Kecerdasan Karya Manusia. 

Sedangkan Kecerdasan Karakter Manusia juga ada terkombinasi dari 4 (empat) jenis karakter dalam ke-khusus-annya, di dalam diri individu ada 4 jenis karakter yang berperan penting dalam membentuk kecerdasan karakter pelakunya yaitu:

1. Karakter Good (CG) = Berbuat baik

2. Karakter Love (CL)  = Mencintai

3. Karakter Paid (CP) = Menghargai/dihargai

4. Karakter Need (CN) = Membutuhkan/Dibutuhkan

Kecerdasan (Inteligensi) dalam hal ini Kecerdasan Karya Manusia bisa didefenisikan adalah suatu kemampuan, bakat, dan ketrampilan manusia untuk berpikir, mengolah informasi, belajar dari pengalaman, beradaptasi, mengambil keputusan, dan mengkombinasikan satu sama lainnya untuk memecahkan persoalan atau permasalahan hidup yang sedang dihadapi, dan daya menyesuaikan diri pada keadaaan baru dengan menggunakan alat-alat berpikir, emosi, spirituil, dan attitude menurut tujuannya. 

Segambar dengan itu defenisi dari Kecerdasan Karakter Manusia adalah suatu kemampuan, kebajikan, dan kematangan moral manusia dengan menggunakan seperangkat  budi pekerti seperti karakter baik, cinta, menghargai, butuh, dan tidak tertutup kemungkinan kombinasi satu sama lainnya dalam mempertahankan tujuan yang telah tercapai,  dan daya  kekuatan memecahkan persoalan atau permasalahan ekspresi hidup yang sedang dihadapi untuk perubahan hidup menjadi hidup baru yang lebih baik dari sebelumnya.  

Pada umumnya para ahli sepakat bahwa masing-masing individu memiliki skor inteligensi (kecerdasan) yang berbeda-beda, karena itu setiap individu juga tidak sama kemampuannya dalam memecahkan persoalan atau permasalahan hidup yang dihadapi. 

Untuk mengetahui perbedaan Inteligensi (Kecerdasan) tersebut, maka diperlukan sebuah test Inteligensi, Contoh Test Kecerdasan Karya Manusia dapat dilihat dan berkunjung ke situs kami di link ini Test Kecerdasan Karya Manusia. 

Khusus untuk pemecahan permasalahan karakter manusia diperlukan suatu pelayanan konseling. 

Setiap dalam test, baik itu test Kecerdasan Karya maupun test Kecerdasan Karakter atau layanan konseling, pengadaannya, penggunaan, dan hasilnya harus dilakukan dengan hati-hati, karena test Kecerdasan Karya bukan memberikan ukuran kecerdasan yang pasti bagi seseorang dan bukan hal yang serba menentukan, maka sebaiknya jangan dipakai sebagai satu-satunya tolok ukur kemampuan, melainkan harus mengkombinasikannya dengan menggunakan instrumen pendidikan lainnya, dan karena test Kecerdasan Karakter atau layanan konseling bukanlah sepihak tetapi melibatkan konselor (orang yang menolong dan membimbing) dan konseli (orang yang mengalami permasalahan) oleh Roh Kudus untuk menyingkapkan hal-hal yang tidak benar dan menuntunnya kepada kebenaran. Konselor bukanlah seorang pengambil keputusan, tetapi membantu konseli agar dapat mengeksplorasi, menemukan, dan menyadari apa yang terjadi dengan dirinya. 

Keberhasilan suatu layanan konseling dapat diukur dari 4 hal pribadi konseli, yaitu:

1. Konseli mampu melihat permasalahannya dalam konteks yang berbeda yaitu di dalam perspektif yang baru. 

2. Konseli memperoleh pengertian yang lebih mendalam akan permasalahan dalam hubungannya dengan Tuhan. 

3. Konseli mendapat pembekalan pola respon baru dalam menghadapi masalah-masalah lamanya. 

4. Konseli memiliki respon yang baru dan efektif terhadap pribadi-pribadi yang bermasalah dengan konseli. 

Unsur Kecerdasan Karakter Manusia 

Ada 4 unsur kecerdasan karakter manusia individu yaitu Good (G), Love (L), Paid (P), dan Need (N) yang dikombinasikan satu sama lain menurut tujuan dan manfaatnya, seperti tergambar pada bagan berikut:

Dari gambar tersebut di atas, menjelaskan karakter Good dan Paid sebagai penentu karakter individu, sedangkan karakter Love dan Need sebagai pendamping atau bukan penentu, dimana karakter Love mendampingi karakter Good, sedangkan karakter Need mendampingi karakter Paid.  Karakter Good dan Love inilah sebagai inside (sisi dalam) karakter yang dipengaruhi oleh atau membentuk tekad dari si pelakunya. Sedangkan karakter Paid dan Need sebagai outside (sisi luar) karakter yang dipengaruhi atau situasi harus dihadapi dengan hikmat dari si pelakunya. 

Good sebagai penentu terbesar dasar karakter, dan Paid penentu kecil dasar karakter. 

Karakter Good bersifat menginvert karena Good adalah karakter terawal yang dapat dicontrol, keadaannya tetap, dan bergantung kepada respon si pelakunya dalam mempengaruhi lingkungan dunia sekitar si pelaku. Bila karakter Good diaktifkan dari A-Z dalam dunia kerja, maka karakter Need aktif dari Z-A dalam bagian partialnya. Karakter Need adalah karakter yang paling kecil yang bersifat menginvert dari Good karena Need tidak dapat dicontrol, keadaannya tidak tetap (selalu berubah), dan dipengaruhi oleh hikmat dari si pelakunya. 

Good cenderung dipengaruhi oleh alat pikir (otak), Love cenderung memakai hati, Paid memakai spiritual, dan Need dipengaruhi oleh perilaku (attitude) dari si pelakunya di dalam suatu pelayanan/pekerjaan yang dilakukan. 

Pengkombinasian atau gabungan beberapa karakter antara Good, Love, Paid, dan Need dapat dilakukan satu sama lain dengan urutan yang benar melihat sifat dan tujuan pembentukan kombinasi karakter dalam susunan yang teratur Good – Love – Paid – Need agar si pelaku dalam hidupnya menghasilkan buah. Buah karakter di dunia kerja itulah yang bermanfaat yang dapat diteladani atau dinikmati semua orang untuk saling melengkapi pertumbuhan diri masing-masing individu diantara anggota-anggota suatu organisasi/group sebagai wujud talenta (karunia) oleh Roh Kudus Allah. Sehingga di dunia kerja seorang pekerja yang bekerja di tempat kerja, ia harus bekerja keras, rajin, dan displin dengan menggunakan kecerdasan karakter Good – Love – Paid – Need yang harus ia miliki disamping memiliki Kecerdasan Inteligensi (Karya) nya. 

Pengkombinasian unsur dasar karakter diri manusia individu dari Good, Love, Paid, dan Need tersebut dalam pelayanan/pekerjaan dapat dilakukan untuk menghasilkan suatu keinginan baik yang diharapkan seperti dari kombinasi 2 karakter, 3 karakter, atau 4 karakter seperti berikut ini:

1. Penggabungan 2 karakter: Good dan Love inilah yang disebut dengan Passion. 

Passion adalah Perbuatan baik, hasrat suka dan cinta sesorang melakukan sesuatu pekerjaan atau karya cipta yang berguna untuk orang banyak. 

2. Penggabungan 2 karakter: Good dan Paid inilah yang disebut dengan Profesi. 

Profesi adalah pekerjaan atau aktivitas rutin dan kontinu yang dilakukan seseorang dengan baik dan dari hasil pekerjaannya itu ia mendapat upah atau bayaran sebagai reward dari jerih payahnya.

Hidup ini menuntut pemenuhan kebutuhan kebutuhan pokok dan kebutuhan lainnya, oleh karena itu manusia harus bekerja supaya dapat memenuhi kebutuhan pokoknya dan kebutuhan lainnya. Padahal sesungguhnya bekerja bukan hanya sekedar cari nafkah pergi pagi pulang petang bergelut di bawah terik matahari, tetapi lebih dari tu bekerja adalah sarana untuk pembentukan karakter kita menjadi lebih baik dari sebelumnya. 

Kita dipanggil untuk bekerja dalam pelayanan pekerjaan Tuhan dengan memelihara aspek keberadaan (karakter) kita dan aspek karya kita, kedua aspek tersebut keseriusannya adalah sama dan kita harus menjaganya dalam urutan yang benar, karaktet yang diutamakan, baru kemudian karya. Bila kita serius dan menjaga prioritasnya maka hal ini akan memberi martabat dan nilai  yang sangat berarti kepada pekerjaan kita sehari hari. 

3. Penggabungan 2 karakter: Love dan Need inilah yang disebut dengan Mission. 

Mission atau Misi adalah prioritas, metode, atau nilai-nilai kerja yang menjadi landasan untuk memberi petunjuk garis besar dalam mewujudkan sebuah visi, dan usaha pekerjaan itu dilakukan dengan cinta untuk menghasilkan buah pekerjaan yang baik yang dibutuhkan orang banyak. 

4. Penggabungan 2 karakter: Paid dan Need inilah yang disebut dengan Lapangan Kerja. 

Lapangan kerja adalah tempat/sektor bagi seseorang bukan hanya sekedar mencari nafkah (bekerja) untuk memenuhi kebutuhan pokoknya, tetapi lebih dari itu adalah bagian dari usaha untuk mengisi masa hidupnya agar lebih bermakna dari sebelumnya. Bekerja adalah panggilan hidup manusia dalam pelayanan/pekerjaan yang dikenan Tuhan. 

Seseorang dapat bekerja dengan baik dan sukses dalam pelayanan/pekerjaannya dan menghasilkan buah, bila ia memiliki tekad dan hikmat dalam menekuni pekerjaannya. 

5. Unity character atau penggabungan satu kesatuan dari karakter: Good, Love, Paid, dan Need inilah yang disebut dengan Visi. 

Visi adalah impian, cita cita, atau nilai inti dari keinginan sekelompok orang dengan pandangan yang jauh ke masa depan demi mencapai sebuah tujuan yang diinginkan. 

Visi dan misi memiliki perbedaan, dimana misi adalah penyebab, dan visi adalah efek dari penyebab tersebut. Sebuah misi merupakan sesuatu yang harus dicapai, sedangkan visi merupakan sesuatu yang harus dikejar untuk mencapai apa yang dimaksud dalam misi tersebut. 

Meskipun Visi dan misi memiliki perbedaan, namun misi dan visi merupakan satu kesatuan yang harus seiring sejalan. Misi yang tepat berfungsi sebagai penyaring untuk memisahkan apa yang penting dan apa yang tidak penting, menyatakan dengan jelas sasaran manakah yang dituju dan bagaimana cara menyediakan sumber daya, serta mengomunikasikan orientasi atau arah organisasi tersebut menuju.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa visi adalah bayangan dan cara kita melihat gambaran suatu tujuan pada masa depan, sedangkan misi adalah cara dan langkah langkah yang bisa kita lakukan saat ini juga demi mewujudkan visi yang sudah direncanakan.

Contohnya:

Visi Kerajaan Sorga: Semua untuk satu (hal apapun semua yang baik benar, kudus, dan mulia untuk Tuhan), Langit baru bumi baru.

Passion Kerajaan Sorga: Pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib, Kebangkitan Yesus Kristus, Pencurahan Roh Kudus bagi orang percaya. 

Profesi di Kerajaan Sorga: Pelayan Tuhan, Pelayan Pekerjaan Tuhan. 

Misi Kerajaan Sorga: Penyelamatan umat manusia dan dunia melalui Amanat Agung Yesus Kristus. 

Lapangan kerja di Kerajaan Sorga: Ladangnya Tuhan, Pemberitaan Injil (Memenangkan jiwa-jiwa bagi Kristus Yesus Tuhan). 

Contoh lainnya:

Visi Pribadi: Semua untuk satu (hal apapun semua yang baik benar, kudus, dan mulia untuk Tuhan). 

Passion Pribadi: Pengorbanan diri, bangkit dan jadilah pemenang di dalam Tuhan. 

Profesi Pribadi: Pelayan Pekerjaan Tuhan di ladangNya Tuhan. 

Misi Pribadi: Memenangkan banyak jiwa untuk ikut ambil bagian dalam Penyelamatan yang dari Allah melalui penyelesaian Amanat Agung Yesus Kristus. 

Lapangan kerja: Pemberitaan Injil di LadangNya Tuhan. 


Bila dilihat lagi   gambar tersebut di atas, bila seorang pekerja (si A) ia bersama dengan orang lain {si B) maka bagian diri si A pada sisi karakter Love (L) dan Need (L), sedangkan orang lain sesamanya itu (si B) yang di dalam diri si A, si B berada pada sisi karakter Good (G) dan Paid (P), oleh karena itu si A (seorang) harus berbuat baik kepada sesamanya dan membayar hal hal baik dan yang berguna yang telah diperbuat sesamanya itu (si B) bagi orang banyak terlebih bagi diri si A,

Dalam kesendiriannya si A (diri sendiri) maka di dalam dirinya memiliki Kecerdasan Karakter yang memuat 4 karakter yaitu Good (G), Love (L), Paid (P), dan Need (N) bersama dengan Kecerdasan Karyanya untuk menghasilkan suatu karya cipta baik berbentuk karya nyata maupun karya abstrak yang berguna bagi orang banyak. Oleh karena itu ia harus mencintai dirinya sendiri. 

Kita sebagai anak Tuhan seharusnya hidup di dalam Tuhan dan Tuhan hidup di dalam kita, sebab kita ini manusia ciptaan Allah. Kita bukan hidup di dalam hawa nafsu kedagingan dan bukan menuruti kehendak daging dan pikiran yang jahat.

Allah yang kaya dengan rahmatNya oleh karena kasihNha yang besar dilimpahkan rahmatNya itu kepada kita yaitu menghidupkan kita bersama sama dengan Roh Kudus. Oleh kasih karunia Allah kita diselamatkan oleh iman kita, itu bukan usaha kita sendiri, bukan hasil pekerjaan kita, tetapi itu pemberian Allah. 

Untuk hidup sempurna di hadapan Tuhan, kita harus cerdas karakter dan cerdas karya. Dalam menekuni aktivitas atau dalam pelayanan/pekerjaan yang dikenan Tuhan, keempat karakter Good (G), Love (L), Paid (P), dan Need (N) harus kita miliki di dalam diri kita, sebab bila salah satu karakter itu tidak ada maka kehidupan kita akan tergoncang. Keempat karakter di dunia kerja itu harus berkembang secara bersama samaan. 

Penerapan Formula 4 karakter dalam diri sebagai keajaiban dalam hidup kita, seperti berikut ini:

1. Satisfy but useless (puas, tapi merasa tidak berguna) 


Bila di dalam diri kita hanya memiliki karakter Good (G), Love (L), dan Paid (P) saja, tapi tidak ada karakter Need (N), maka hidup kita akan merasa puas ketika kita melakukan suatu pekerjaan dan menghasilkan suatu produk, tapi itu tidak berguna, karena produk yang kita ciptakan itu tidak ada orang yang membutuhkannya. 

Sisi karakter Need (N) tidak boleh kosong dalam kehidupan kita, apalagi ketika kita melakukan pelayanan pekerjaan Tuhan. Kita berbuat baik (G), mencintai pekerjaan itu (L), dan mendapat bayaran di sana (P), , tapi bila tanpa Need (N) atau tidak ada orang yang butuh, maka kita akan merasa puas tapi tak berguna. 

2. Fullness but not paid (Bersuka cita meski tak dibayar) 


Karakter seperti ini cocok untuk pekerjaan amal, atau pelayanan yang tidak mengharapkan keuntungan (non profit). Tapi bila di dunia kerja yang komersil, seseorang yang sudah bekerja dengan baik (G), mencintai pekerjaannya (L), dan produk yang ia hasilkan dibutuhkan orang banyak (N), tapi bila ia tidak dibayar, maka ini akan menjadi sesuatu yang berbahaya. 

3. Comfortable but empty (merasa nyaman tapi hampa) 


Keadaan seperti ini mayoritas dihinggapi pada para pekerja di dunia usaha sekarang ini, mereka dengan baik melakukan pekerjaannya (G), mereka dibayar (P), dan produk yang mereka hasilkan dibutuhkan orang banyak (N), tapi mereka bekerja tidak dengan cinta. Mereka bekerja hanya supaya dapat uang saja, tidak mencintai pekerjaannya atau pelayanannya. Mereka mendapat pujian karena berhasil menciptakan suatu produk, tapi tidak ada cinta di sana. 

4. Love but uncertainty (suka tapi dalam ketidak pastian) 


Karakter seperti ini adalah orang yang tidak mau mencari Tuhan, sebab seseorang yang di dalam dirinya ada Love (L), Paid (P), dan Need (N), tapi tidak punya Good (G), maka ini tandanya hilangnya Roh Kudus dari dalam dirinya, orang tersebut tidak mau tahu dengan orang lain, ia berbuat untuk perkembangan dirinya sendiri, ia tidak mau mengalah terhadap orang lain. 

Penerapan kombinasi 4 karakter ini pada diri kita, alangkah lebih baiknya hilang satu karakter yang di sisi outside (Paid atau Need) daripada hilangnya satu karakter yang di sisi inside (Good atau Love), tapi lebih baik lagi bila keempat karakter pelayanan pekerjaan Tuhan itu lengkap semuanya dalam diri kita, tanpa ada yang terhilang. 

Tujuan kita beraktivitas/bekerja atau melayani pekerjaan Tuhan adalah untuk memberi buah yang dapat dinikmati orang banyak, tujuan kita ini harus berhasil agar dapat memperluas Kerajaan Sorga, kehidupan pekerjaan atau pelayanan pekerjaan Tuhan yang berjalan dengan baik adalah sinkronnya Kecerdasan karakter Good, Love, Paid, dan Need dengan kecerdasan karya IQ, EQ, SQ, dan VQ yang berfungsi dengan baik menurut sistemnya. Kecerdadan karakter dan kecerdasan karya. 

Inilah yang Tuhan berikan kepada kita manusia supaya kita berhasil dalam kehidupan di dunia ini. 

Unsur kecerdasan karya selalu ada pada dirimu, tapi unsur kecerdasan karakter tidak mesti selalu ada pada dirimu, oleh karena itu selalu berkarakter baiklah engkau pada semua orang dalam kehidupan ini (Oleh: SR Pakpahan, SST). 




Comments

Popular posts from this blog

Visualisasi Bait Suci (Bait Allah) Ke-3 Dan Mesianik Di Jerusalem

Semangat Roh Kenabian Elia Mengkristalisasi Pada Dua Saksi Terakhir

MEMBANGUN RUMAH BERSIFAT ROHANI DI LAHAN SEMPIT