Posts

PARADIGMA PERTOBATAN (Bagian 2)

Image
  PARADIGMA PERTOBATAN ( Bagian 2 )  (Oleh: SR. Pakpahan, SST)  Mana yang lebih duluan: percaya dulu baru dibaptis, atau dibaptis dulu baru percaya?. Percaya dan dibaptis harus bersama samaan seperti keping emas 2 sisi, di satu sisi percaya dan di sisi lainnya dibaptis berjalan bersama samaan pada satu arah menuju keselamatan hidup.  Orang yang jatuh dalam dosa, maka ia harus cepat cepat bertobat dari kejahatannya dan menyesali perbuatannya itu dalam duka oleh karena pertobatan. Bertobat dan penyesalan harus bersama samaan seperti keping besi 2 sisi, di satu sisi bertobat dan di sisi lainnya penyesalan dilakukan bersamaan/serempak. Orang yang bertobat sebelum dibaptis berbeda dengan orang yang bertobat sesudah dibaptis dalam hal tingkat kepercayaannya. Orang yang bertobat sebelum dibaptis, ia belum atau tidak percaya pada Yesus Kristus dan pada berita tentang Injil keselamatan. Sedangkan orang yang bertobat setelah dibaptis, ia sudah punya kepercayaan percaya pada Ye...

Paradigma Pertobatan

Image
PARADIGMA PERTOBATAN ( Bagian 1 )  (Oleh: SR. Pakpahan, SST)  Hukum-hukum Sorga adalah tentu termasuk sebagai Firman Tuhan, tapi Firman Tuhan belum tentu sebagai hukum Sorga. Seperti Nats Firman Tuhan berikut ini: Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah. I a pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia, dan tanpa DIa tidak ada satupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. (Yoh 1: 1-5) .  Hal apa pun yang telah ada diperbuat oleh Allah, kita manusia sudah sepatutnya meniru perbuatannya, sebab kita manusia adalah sama (segambar dan serupa) dengan Allah baik dalam isi karakterNya maupun karya-karya ciptaNya Allah.  Maka Nats Firman Tuhan (Yoh 1: 1-5) di atas dapat ditiru dibuatkan analoginya untuk menjelaskan adanya hukum-hukum Alam dan juga hu...